Eco Masjid Al Wahdah Karanganyar, Ustaz Zaitun: Masjid Ramah Semua Kalangan
KARANGANYAR ZAITUNRASMIN.COM — Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah, K.H. Dr. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., M.A., menegaskan bahwa Eco Masjid Al Wahdah Karanganyar dirancang sebagai masjid percontohan nasional yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat dakwah, pendidikan, sosial, dan pelestarian lingkungan.
Hal itu disampaikan Ustaz Zaitun dalam acara peresmian Eco Masjid Al Wahdah yang diwakili oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas nama Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., Ahad (18/1). Peresmian dilakukan oleh Mukhamad Yusuf, S.Ag., M.M., Koordinator Bidang Keagamaan di Biro Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan. Ahad (18/1/2026).
“Masjid ini tidak sekadar tempat shalat, tetapi pusat transformasi masyarakat. Di sinilah ukhuwah dibangun, dakwah ditegakkan, pendidikan dikembangkan, kegiatan sosial digerakkan, bahkan kepedulian terhadap lingkungan hidup ditanamkan,” ujar Ustaz Zaitun dalam sambutannya.
Pengurus MUI Bidang Ukhuwah ininkuga menambahkan, Masjid Al Wahdah juga mengusung konsep ramah semua kalangan. “Bukan hanya ramah anak, lansia, dan difabel, tetapi juga ramah perempuan. Ini masih jarang ditemukan di banyak masjid, dan Al Wahdah ingin menjadi teladan,” katanya.
Peresmian masjid wakaf keluarga Bapak Rianto Sih Widodo ini turut dihadiri Wakil Ketua DPD RI Drs. H. Tamsil Linrung, M.Si., Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana, S.E., jajaran tokoh daerah, serta para ulama dan tokoh masyarakat.
Ketua DPD Wahdah Islamiyah Karanganyar, Ustaz Sumeri, menyampaikan bahwa pengelolaan masjid akan difokuskan pada dakwah terintegrasi dengan pelayanan sosial dan pemberdayaan warga sekitar. “Target kami, 80 persen jamaah berasal dari masyarakat lingkungan masjid,” ungkapnya.
Sementara itu, Mukhamad Yusuf yang membacakan sambutan resmi Gubernur Jawa Tengah berharap Masjid Al Wahdah menjadi pemersatu umat sesuai dengan makna namanya. “Kami berharap masjid ini menjadi simbol persatuan yang menyejukkan masyarakat Karanganyar,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung. Ia menilai Masjid Al Wahdah tidak hanya memikirkan bangunan fisik, tetapi juga penguatan masyarakat. “Pendidikan, pemenuhan kebutuhan dasar, dan ketahanan sosial yang digagas masjid ini sejalan dengan Astacita pemerintahan Presiden Prabowo,” katanya.
Ulama Karanganyar, Ustaz Syihabuddin Abdul Muiz, Al Hafizh, menyebut kehadiran Masjid Al Wahdah sebagai harapan baru umat Islam di daerah tersebut. “Kalau Yogyakarta punya Masjid Jogokariyan, maka Karanganyar kini punya Masjid Al Wahdah,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.
