Ustadz Zaitun Rasmin: Zulhijah Adalah Momentum Melipatgandakan Dakwah dan Amal Saleh
Ustadz Zaitun Rasmin menyampaikan bahwa bulan-bulan haji merupakan musim ibadah yang sangat luar biasa bagi kaum muslimin. Di dalamnya terdapat berbagai amalan besar seperti haji, umrah, serta amal saleh lainnya yang sangat dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Menurut beliau, bulan Zulhijah menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperbanyak kontribusi dakwah di tengah masyarakat.
“Hari-Hari Amal Saleh Paling Dicintai Allah”
Ustadz Zaitun menjelaskan bahwa di bulan Zulhijah terdapat hari-hari terbaik yang keutamaannya melebihi hari-hari lainnya. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk melipatgandakan amal saleh pada momentum tersebut.
Namun beliau menekankan bahwa amal saleh tidak hanya terbatas pada ibadah pribadi, tetapi juga mencakup dakwah di jalan Allah.
“Mari kita manfaatkan bulan-bulan haji ini, terutama di bulan Zulhijah, untuk kita melipatgandakan amal saleh kita. Dan salah satu yang sangat penting adalah dakwah ilallah, mengajak ke jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala.”
Meneladani Dakwah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam
Dalam tausiyahnya, Ustadz Zaitun juga mengingatkan bahwa bulan haji sangat erat kaitannya dengan perjuangan Nabi Ibrahim.
Beliau menyebut Nabi Ibrahim sebagai salah satu Ulul Azmi sekaligus penghulu dakwah dalam menegakkan kebenaran dan tauhid.
“Kita tahu bagaimana perjuangan dakwah Nabiullah Ibrahim dengan segala tantangan dan rintangannya beliau lakukan dengan sepenuh hati, dengan segala pengorbanan.”
Semangat perjuangan Nabi Ibrahim inilah yang menurut beliau perlu dihidupkan kembali oleh umat Islam hari ini.
Rasulullah Menjadikan Musim Haji Sebagai Momentum Dakwah
Selain Nabi Ibrahim, Ustadz Zaitun juga mencontohkan bagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memanfaatkan musim haji untuk memaksimalkan dakwah kepada berbagai kabilah dan masyarakat.
Menurut beliau, hal ini menjadi teladan penting agar kaum muslimin tidak hanya fokus pada ibadah pribadi, tetapi juga aktif mengajak umat kepada kebaikan.
Umat Membutuhkan Dai dan Pengajar
Dalam ceramah tersebut, Ustadz Zaitun menyoroti pentingnya kehadiran dai dan pengajar di tengah masyarakat. Menurut beliau, umat sangat membutuhkan orang-orang yang mengajak mereka untuk belajar agama dan memperbaiki kualitas ibadah.
“Umat sangat memerlukan orang-orang yang mengajak mereka untuk mereka bisa mengaji, meluruskan tauhidnya, memperbaiki salat, menutup aurat, dan bersama-sama untuk meninggikan syiar-syiar Allah Subhanahu wa Ta'ala.”
Karena itu, beliau mengajak umat Islam untuk ikut terlibat dalam perjuangan dakwah sesuai kemampuan masing-masing.
Dorongan Menguatkan Gerakan Sejuta Dai
Pada kesempatan tersebut, Ustadz Zaitun juga mengajak masyarakat untuk memaksimalkan Gerakan Sejuta Dai, yaitu gerakan yang mendorong umat untuk belajar agama lalu menjadi pengajar dan dai berikutnya.
Beliau menegaskan bahwa membentuk generasi dai merupakan amalan yang sangat besar nilainya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Mari kita lebih maksimalkan Gerakan Sejuta Dai, mengajak umat untuk belajar dan kemudian nanti mengajar menjadi dai-dai di jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala.”
Momentum yang Jangan Disia-Siakan
Di akhir penyampaiannya, Ustadz Zaitun mengingatkan agar kaum muslimin tidak menyia-nyiakan kesempatan besar di bulan Zulhijah.
Beliau berharap momentum ini menjadi jalan untuk melipatgandakan pahala sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kejayaan Islam dan kaum muslimin.
