Ini Tiga Poin Pesan Ust Zaitun Buat Partai Politik


JAKARTA ZAITUNRASMIN.COM — Ketua MUI Bidang Ukhuwah Islamiyah sekaligus Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah, K.H. Muhammad Zaitun Rasmin, menegaskan bahwa partai politik memiliki peran sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, peran tersebut harus benar-benar diarahkan untuk kepentingan rakyat dan bangsa.

Pernyataan itu disampaikan Ustaz Zaitun menanggapi pelaksanaan Sidang Pleno XIX Kongres Umat Islam Indonesia VIII Tahun 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta, Ahad, 26 Juli 2026.

Sesi tersebut mengangkat agenda silaturahmi dan tukar pikiran mengenai isu-isu keumatan, kebangsaan, kenegaraan, dan geopolitik bersama partai-partai politik yang memiliki wakil di DPR RI. Forum menghadirkan perwakilan PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Nasdem, PKB, PKS, PAN, dan Partai Demokrat. 

“Partai-partai politik tentu sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, partai politik harus benar-benar memainkan peran untuk kepentingan rakyat dan bangsa,” ujar Ustaz Zaitun.

Menurutnya, keberadaan partai politik tidak cukup hanya berfungsi dalam kontestasi pemilu dan perebutan kekuasaan. Partai politik harus mampu menjalankan peran strategis dalam merumuskan kebijakan, menyerap aspirasi masyarakat, serta memperjuangkan kebutuhan rakyat.

“Terutama dalam mewujudkan kesejahteraan, menegakkan keadilan, serta menjaga keamanan,” tegasnya.

Ustaz Zaitun menilai kesejahteraan rakyat harus menjadi orientasi utama seluruh aktivitas politik. Kebijakan yang dilahirkan melalui lembaga legislatif dan pemerintahan harus memberikan manfaat nyata, khususnya bagi masyarakat kecil dan kelompok yang membutuhkan perlindungan.

Di samping itu, ia menekankan pentingnya penegakan keadilan tanpa membedakan latar belakang, kedudukan, maupun kekuatan politik seseorang.

“Keadilan harus dirasakan oleh seluruh rakyat. Tidak boleh ada pihak yang memperoleh perlakuan istimewa, sementara masyarakat kecil sulit mendapatkan hak-haknya,” katanya.

Sebagai Ketua MUI Bidang Ukhuwah Islamiyah, Ustaz Zaitun juga mengingatkan agar perbedaan kepentingan dan pilihan politik tidak merusak persatuan masyarakat.

Menurutnya, partai-partai politik boleh memiliki pandangan dan program yang berbeda. Namun, seluruhnya harus memiliki titik temu dalam memperjuangkan kepentingan nasional, menjaga keamanan, dan memastikan kehidupan masyarakat berlangsung damai.

“Perbedaan politik jangan sampai mengorbankan persatuan bangsa. Politik semestinya menjadi jalan untuk menghadirkan kemaslahatan, bukan sumber konflik yang merugikan rakyat,” ujarnya.

Ia berharap forum dialog dalam KUII VIII dapat memperkuat komunikasi antara para ulama, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, dan partai-partai politik.

Ustaz Zaitun juga berharap aspirasi yang berkembang dalam kongres dapat ditindaklanjuti menjadi kebijakan nyata yang menghadirkan kesejahteraan, keadilan, dan keamanan bagi seluruh rakyat Indonesia.