Ustaz Zaitun di Hadapan Para Pemuka Agama: Dialog Harus Tetap Dikedepankan di Tengah Perbedaan

J


AKARTA  — Ketua MUI Bidang Ukhuwah Islamiyah sekaligus Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah, K.H. Muhammad Zaitun Rasmin, mengajak para pemuka agama untuk terus mengedepankan dialog dalam menghadapi berbagai perbedaan yang terdapat di tengah masyarakat.


Pesan tersebut disampaikan Ustaz Zaitun dalam peringatan 20 tahun *Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC)* yang digelar di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Jumat malam, 24 Juli 2026.


“Kita harus mengedepankan dialog-dialog meskipun ada berbagai perbedaan,” ujar Ustaz Zaitun di hadapan para pemuka agama dan tokoh yang menghadiri acara tersebut.


Menurutnya, perbedaan merupakan kenyataan yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan masyarakat yang majemuk. Namun, perbedaan tidak semestinya berkembang menjadi pertentangan, permusuhan, atau alasan untuk menutup ruang komunikasi.


Dialog, lanjutnya, menjadi jalan penting untuk membangun saling pengertian, mengurangi prasangka, dan menemukan titik-titik persamaan yang dapat menjadi dasar kerja sama.


Ustaz Zaitun menekankan bahwa dialog bukan berarti menghapus keyakinan atau mengaburkan prinsip agama masing-masing. Setiap kelompok dapat tetap berpegang teguh pada keyakinannya, sekaligus menghormati keberadaan pihak lain dan bekerja sama dalam perkara-perkara kemanusiaan serta kepentingan bersama.


“Perbedaan tidak harus diakhiri dengan saling menjauh. Justru melalui dialog yang tulus, terbuka, dan saling menghormati, kita dapat mencegah kesalahpahaman dan menjaga kehidupan yang damai,” katanya.


Sebagai Ketua MUI Bidang Ukhuwah Islamiyah, Ustaz Zaitun juga menilai komunikasi antarpemuka agama memiliki peran strategis dalam merawat kerukunan. Para tokoh agama diharapkan dapat menjadi teladan dalam menyampaikan pandangan secara santun dan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah.


Ia berharap ruang-ruang dialog terus diperluas, bukan hanya ketika muncul konflik, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun hubungan dan kepercayaan secara berkelanjutan.


Peringatan dua dekade CDCC mengangkat tema *“The Belief in Dialogue”* dan diisi dengan jamuan kebersamaan, refleksi perjalanan organisasi, pemutaran profil CDCC, serta penyampaian pandangan dari sejumlah tamu kehormatan. Acara berlangsung di Ballroom Hotel Ambhara mulai pukul 19.00 hingga 20.45 WIB. 


CDCC yang dipimpin Prof. Dr. M. Din Syamsuddin menjadikan momentum tersebut sebagai ruang refleksi atas perjalanan selama 20 tahun sekaligus pembahasan mengenai arah dialog dan kerja sama antarperadaban pada masa mendatang.


Ustaz Zaitun mengapresiasi konsistensi CDCC dalam mempertemukan berbagai unsur masyarakat dan membangun jembatan komunikasi di tengah keragaman.


“Dialog harus terus dirawat karena dari sanalah tumbuh saling memahami, kepercayaan, dan peluang untuk bekerja sama dalam mewujudkan perdamaian serta kemaslahatan bersama,” pungkasnya.