Ustaz Zaitun Pandu Pertemuan antara Menko Yusril dengan Pimpinan Ormas Islam
JAKARTA ZAITUNRASMIN.COM Ust Zaitun Rasmin Ketua MUI Bidang Ukhuwah sekaligus Ketua Umum Ormas Wahdah Islamiyah tampil sebagai pimpinan rapat antara Pemerintah yang diwakili Menko Hukum dan Ham Prof Yusril dan pimpinan Ormas Islam.
Hadiri Pimpinan ormas Islam tingkat pusat yang digelar di Aula Buya Hamka, Kantor MUI, Jakarta Pusat, Rabu malam (22/7).
Dengan suasana yang hangat dan terbuka, Ustaz Zaitun mengarahkan jalannya dialog sehingga para pimpinan ormas Islam dapat menyampaikan pertanyaan, pandangan, maupun masukan secara langsung kepada pemerintah.
Turut hadir dalam forum tersebut Menko Kumham Imipas Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, serta Ketua MUI Bidang Hukum.
Salah satu pembahasan yang mendapat perhatian adalah deportasi warga negara Palestina, Abdul Karim Raed Miqdad, ke Republik Siprus. Menanggapi berbagai informasi yang berkembang di masyarakat, Yusril menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari mekanisme kerja sama penegakan hukum internasional melalui Interpol dan sama sekali tidak berkaitan dengan dukungan Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina.
"Kasus Abdul Karim Raed Miqdad merupakan perkara pidana individual yang berada dalam yurisdiksi negara lain. Hal ini tidak boleh dikaitkan dengan komitmen Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina," jelas Yusril.
Ia juga memastikan Pemerintah Siprus telah memberikan jaminan bahwa yang bersangkutan tidak akan diserahkan kepada negara ketiga, termasuk sebagaimana isu yang sempat beredar mengenai kemungkinan penyerahan kepada Israel.
Bagi Ustaz Zaitun Rasmin, forum semacam ini memiliki nilai strategis karena menjadi ruang klarifikasi atas berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan elemen umat Islam.
"Dialog seperti ini penting agar informasi dapat dipahami secara utuh. Pemerintah, ulama, dan ormas Islam perlu terus membangun komunikasi yang terbuka demi menjaga kepercayaan, ukhuwah, dan ketenteraman umat," ujar Ustaz Zaitun.
Melalui dialog yang berlangsung secara konstruktif tersebut, pemerintah dan pimpinan ormas Islam menunjukkan komitmen yang sama untuk memperkuat komunikasi, membangun saling pengertian, serta menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai dinamika nasional maupun internasional.
Pertemuan ditutup dengan suasana penuh keakraban melalui sesi foto bersama seluruh peserta sebagai simbol sinergi antara pemerintah dan ormas Islam dalam merawat ukhuwah dan kepentingan bangsa.

